Menerjemahkan Kalimat atau Dokumen dengan Google Translator Toolkit

by Toni on June 25, 2009

Menerjemahkan kalimat atau dokumen bisa dilakukan dengan kamus online semacam Google translate, dan hasilnya lumayan lah tinggal edit sedikit-sedikit. Tapi sekarang google mengeluarkan alat translate yang lebih canggih yaitu Google Translator Toolkit.

Kalau kita menggunakan google translate, kita harus terlebih dahulu copy paste kalimat yang akan diterjemahkan, tetapi memakai Google Translator Toolkit, kita bisa langsung mengupload dokumen yang akan ditranslate. Tipe file yang bisa diupload pada tool ini adalah :

  • HTML (.html) – halaman website
  • Microsoft Word (.doc)
  • OpenDocument Text (.odt) – dokumen yang disimpan dengan OpenOffice
  • Plain Text (.txt)
  • Rich Text (.rtf)

Cara menggunakan Google Translator Toolkit kurang lebih seperti ini :

1. Klik link ini Google Translator Toolkit, kemudian login memakai google account kamu.
2.  Akan nongol wal tampil halaman seperti ini :

google translator toolkit

di halaman inilah nantinya terjemahan kita akan disimpan kayak di email. Di sebelah bocahkureng@gmail (emailku itu) ada tulisan Settings fungsinya untuk mengatur terjemahan. Secara default (dari sononya), Google Translator Toolkit akan menterjemahkan kalimat/dokumen dengan urutan seperti berikut :

* Exact match translation : Jika ada terjemahan dari manusia sebelumnya, maka kalimat akan diterjemahkan menggunakan terjemahan terbaik yang tersedia.
* Machine Translation : Jika tidak ada terjemahan manusia sebelumnya, program/mesin yang akan menterjemahkan.
* Source Text : Jika tidak ada dua-duanya, akan diisi dengan kalimat yang belum diterjemahkan.

Tapi daripada pusing-pusing mensetting, lebih baik biarkan apa adanya alias default.

3.  Kemudian tekan Upload, itu tuh sebelahnya Download

4.  Tampilah halaman seperti ini :

google-translator-main

nah, tuh kelihatan sebelah kanan, tipe-tipe file yang bisa diupload.

5. Tekan Browse untuk mencari file yang mau diupload. Kemudian pilih tuh mau ditranslate ke bahasa mana trus Upload for Translation.Tunggu sebentar Mbah Google sedang bekerja.

6. Kalo mbah google nggak pegel akan tampil seperti ini :

google translator toolkit 3

Nah, kelihatan ada dua kolom kanan kiri, kiri sumber kanan hasil. Kalau mau posisi atas bawah, bisa diatur dengan menu View. Jika kita mau mengeditnya dengan memilih kalimat di window sebelah kiri, akan tampak warna kuning seperti pada gambar di atas, akan tampil di sebelah kanan kalimat terjemahan yang siap diedit (tampak dalam kotak).

7. Setelah selesai di terjemahkan atau di edit, pilih menu Edit > Translation complete. Selanjutnya untuk menutup pilih Save & Close. Hasil terjemahan akan disimpan untuk nantinya bisa kita Download.

google translator toolkit 4

Nah, Selesai juga catatan belajar internetku kali ini.

Share and Enjoy:
  • Print this article!
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • BlinkList
  • Diigo
  • MisterWong
  • Propeller
  • Reddit
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • TwitThis
  • Yahoo! Bookmarks
  • Faves
  • IndianPad
  • Live
  • NewsVine
  • Twitter

No related posts.

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

{ 6 comments… read them below or add one }

Dinda Watson June 25, 2009 at 1:01 pm

Wah, baru liat nih! thank’s kak

Reply

Wandi thok July 1, 2009 at 8:14 pm

Kayaknya hampir mirip dengan Gtranslate clasic to mas Toni ki. Keknya kok malah ribetan nyang toolkit.

Reply

karsy September 15, 2009 at 2:51 pm

thanks..sangat bermanfaat!

Reply

nina February 7, 2010 at 12:44 pm

Perempuan
Hantu?
Lelaki
(bangkit, memegang bahu perempuan itu dan melepaskannya lagi) Tidak, tidak, kau bukan hantu. Cuma aku, aku saja.
Perempuan
Apa maksudmu?
Lelaki (ketawa kecil).
Ah, tidak apa-apa Tidak apa-apa, Dik.
Perempuan
Kau tidak senang melihat aku?
Lelaki
Bukan begitu. Aku senang kau datang kemari. Mana tempatmu?
Perempuan
Tempatku jauh….
Lelaki
Jauh? Di…. di sana? (menuding ke atas). Berapa kali bumi ini jauhnya?
Perempuan (tercengang)
Mas.Omongmu tidak karuan!
Lelaki
Di neraka atau di sorga?
Perempuan
(marah) Rupanya kau sudah menjadi gila! Neraka atau sorga, katamu? Di sorga tak mungkin. Sebab kaulah yang menghalang-halangi aku untuk pergi ke situ kelak. Kaulah yang menyeret aku ke neraka!
Lelaki
Benar…. benar, Dik. (berjalan ke kursi, duduk, matanya nanar memandang ke satu jurusan).
Perempuan
Bukankah salahmu melulu, bahwa penghidupan kita ibarat neraka? Sehingga aku lari dari padamu, setahun yang lalu?
Lelaki (bertopang dagu)
Ya, ya Dik. Maaf, maaflah.
Perempuan
(lunak kembali) Mas, bukan maksudku untuk membalas dendam.
Lelaki
(mengangguk) Kutahu, Dik, kutahu baik hatimu.
Semuanya ini salahku. Penderitaan orangtuaku.
Sengsaramu. Semua aku yang menyebabkannya. Aku penjudi, peminum, penjahat, duh! Cinta kasih orang tua dan cinta kasihmu, betapa aku membalasnya?
Harta benda orang tua habis lenyap karena aku.
Habis dengan judi dan minum. Kusakitkan hati ayahku, kusedihkan ibuku. Dan kau Dik, (Memandang perempuan muda. itu) betapa aku membalas kebaikanmu?
Dengan malas, dengan minum, brendi berbotol-botol yang kubeli dengan uangmu! Kau yang selalu kerja keras, aku yang menghabiskan uangmu, aku yang menyayat hatimu, menyiksa jiwamu! Maaf, maaf, Dik!
Perempuan
Biarlah, itu sudah lampau. Sekarang aku sudah bisa mendapat mata pencaharianku sendiri. Tapi kau sendiri?
(melihat di sekitarnya). Kau kekurangan segalanya, Mas.
Lelaki
Hukumanku, Dik, biarlah. Ini sudah setimpal.
Perempuan
Kalau mau, aku bisa menolong….. (membuka tasnya).
Lelaki
(cepat) Ah tidak! Tidak. Terima kasih, Dik.
Perempuan
Tak usah malu-malu, Mas. Kuberikan dengan rela hati.
Lelaki
Aku tahu, aku tahu! Tapi jangan, jangan aku kauberi apa-apa. Ah, kalau kupikir bahwa kau mau menolong aku, kau yang kujerumuskan ke jurang kemiskinan dan kehinaan! Segala kesabaranmu, kerelaan dan cintamu, kubalas dengan apa? Dengan muka masam, kekasaran dan penghinaan. Ah, betapa sering kuhina kau, Dik?
Betapa sering kulemparkan cacian ke mukamu bahwa kau berasal dari kaum rendah, tak pantas bersama aku, sebab aku seorang bangsawan? -Bangsawan, ha, ha! Apa artinya turunan bangsawan, jika tidak disertai kebangsawanan jiwa? O, orang yang buta tuli seperti aku ini! Picik dengan persangkaanku bahwa orang berbangsa lebih dari orang lain, mesti di atas orang biasa. Picik, pandir, dan gila! Sedangkan kau, Dik, seribu kali kau lebih bangsawan daripada aku!
Perempuan
Sudahlah. Jangan kau siksa dirimu dengan sesalan saja. Sekarang kau sudah insaf. Tutuplah riwayat yang dulu-dulu.
Lelaki
Riwayat yang dulu masih berakibat sampai sekarang.
Hanya kepahitan sajalah yang kau terima dari aku.
Segala kenikmatan hidup sudah kurenggut, kuhela, kucuri dari padamu, Dik. Tak pernah ada yang kuberi padamu….O. Keangkuhan darah bangsawan yang tak mau campur dengan darah murba, karena itu dianggapnya rendah, kotor. Tapi siapakah yang kotor, Dik? Aku, aku sendiri! Dan kaulah yang murni!
Meskipun karena kemiskinanmu engkau menjadi ….. Dik, kau masih menjalankan pekerjaan yang….
yang…..?
Perempuan
Ya, Mas, yang hina, yang sangat hina, katakan sajalah.
(air matanya berlinang-linang)
Lelaki
(berdiri) Aku yang salah, Dik! Cintamu yang murni itu bahkan mau kauberikan kepada aku yang kotor ini, tapi kau kuinjak-injak, kuhina, kurusak, sehingga… sehingga kau terpaksa pergi menjual cintamu…
Demi Allah- Allah yang tak pernah kusebut dulu, kini kusebut, Dik- (memegang tangan perempuan itu kedua-duanya dengan kedua belah tangannya, berlutut), demi Allah, ampunilah aku. Maaf, maaf, Dik!
Perempuan (air matanya meleleh)
Cukup, cukuplah, Mas.
Lelaki
Kau ampuni aku, Dik? Katakan….!
Perempuan
Ya, ya Mas, berdirilah.
Lelaki
Katakan! Kumau dengar perkataan maafmu.
Perempuan
Kumaafkan engkau, Mas, sudahlah.
(berdiri)

Reply

Sam Aradea February 26, 2010 at 1:58 am

Kegetiran yang puitis. like it indeed

Reply

Sam Aradea February 26, 2010 at 1:58 am

Kegetiran yang puitis. like it indeed

Sam

Reply

Leave a Comment

Previous post: Oh anakku

Next post: Michael Jackson Meninggal