Cerita lucu berikut adalah kiriman temanĀ di email. Baca baik-baik dan silahkan tertawa, ngakak dan tersenyum.
SURAT CINTA MBAK SUM
Mbak Sum, bermaksud memutuskan hubungan dengan kekasihnya bernama Robbie, seorang bule dari Amerika, akan tetapi dia tak sanggup untuk bertemu muka dengan kekasihnya itu. Mbak Sum pun menulis surat dengan berbekal pengetahuan bahasa Inggris yang pas-pasan & kamus tebal.
Berikut isi suratnya :
Hi Robbie, together this letter I want to give know you
(hai Robbie, bersama surat ini saya ingin memberitahu kamu)
I WANT TO CUT CONNECTION WE
(SAYA INGIN MEMUTUSKAN HUBUNGAN KITA)
I have think thing this very cook cook
(saya telah memikirkan hal ini sangat masak masak)
I know my love only clap half hand
(saya tahu cinta saya hanya bertepuk sebelah tangan)
Correctly, I have see you go with a woman entertainment at town with my eyes head alone
(sebenarnya, saya telah melihat kamu pergi dengan seorang wanita penghibur di kota dengan mata kepala saya sendiri)
You always ask sorry back back river
(kamu selalu minta maaf berulang ulang kali)
You eyes drop tears crocodile
(matamu mencucurkan airmata buaya)
You correct correct a man crocodile land
(kamu benar-benar seorang lelaki buaya darat)
Past, my friend speak you play fire
(dulu, teman saya bilang kamu bermain api)
Now I know you correct correct play fire
(sekarang saya tahu kamu benar benar bermain api)
So, I cut connection and pull body from love triangle this
(jadi, saya putuskan hubungan dan menarik diri dari cinta segitiga ini)
I know result I pick this very correct, because you love she very big from me
(saya tahu keputusan yang saya ambil ini benar, karena kamu mencintai dia lebih besar dari saya)
But I still will not go far far from here
(namun saya tetap tidak akan pergi jauh-jauh dari sini)
I don’t want you play play with my liver
(saya tidak ingin kamu main-main dengan hati saya)
I have been crying night night until no more eye water thinking about your body
(saya menangis bermalam-malam sampai tidak ada lagi airmata memikirkan dirimu)
I don’t want to sick my liver for two river
(saya tidak mau sakit hati untuk kedua kalinya)
Safe walk, Robbie
(selamat jalan, Robbie)
Girl friend of your liver
(kekasih hatimu)
TTD
Sumiati Lion on the table
(Sumiati Singodimejo)
Note: this river I sorry you, next river I kill you !
(kali ini aku maafkan kamu, kali lain kubunuh kau !)
No related posts.
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.




















{ 1 trackback }
{ 13 comments… read them below or add one }
hihiih, very cook cook.benar bro bikin saya ngakak terus….hehehe.btw thanks kunjungannya ya..saya add linknya ya biar nggak lupa..
sumprittt……saya ngakak sendiri mas..,hehehehe:).
Gimana dulunya mbak Sumiati bisa ketemu dan pacaran ama tuh Bule…,wong grammar-nya aja kacau,hehehe:).
Wahh…kapan-kapan bisa kirim email juga nich soal humor,hehehe:)
Hahahaha..ikut ngakak
Kejem bangetik yu Sumiyatine mas.
haha…
I smile smile alone mas
(aku senyum-2 sendiri mas)
weh apu inieh kado ngertai …………………..
trus…dapet surat balasan dari pacar bulenya itu ga?
gimana jawabannya?…
tulis lagi dong…hiks hiks hiks…
Salam kenal…
mz, minta surat balasan dr bulenya donk, inggris di indonesiakan. hehehehehe
ha ha ha ha ha++++ so sweet sugar sugar ( manis kaya gula gula ) ….ai lope yu pull dech sumiati ..makanya cintai produk lokal donk …hany…ai lup yu deh…..he he he he
minta yang dr bulenya donk. biar impas
waduh bahasanya gaul banget
coba adja klo ujian bhsa iggrs bleh kya’gtu,ngawor2 tp lcu,
psti ujian Q dpt nlai 100,ha,ha,ha,don’t laugh,laugh,laugh,paok,he,he,he,
Ini cerita memang luar biasa lucu. Mau putus aja susah begitu gimana dulu nyambungnya ya?
Nah, bagusnya, cerita ini punya pesan moral:
1. Benar benar menguasai Bahasa Inggris : Biasa
2. Setengah menguasai Bahasa Inggris : Berbahaya
3. Tidak menguasai Bahasa Inggris : Jenaka…tapi ngga pa-pa, soalnya bisa bikin orang ketawa!
Sayangnya itu karangan sampeyan, mas. Jeng Sum tak tanyai bilang cuma mintak telon tuh, jadi langsung aku bawain minyak telon. Dia marah, bilang: “Telon English!” Aku bawain linggis. Dia marah lagi, katanya: “Situ pit amat.” Aku ambilkan sepeda kang Ahmad. Salah lagi, katanya: “Pak Yu!” Aku pergi ke pak Yudi, yang lagi sewot, katanya: “Seret saja si Toni tuh.” Nah, mas Toni sudah ditunggu sama jeng Sum dan mas Robbie. Mau diseret atau ngepit sendiri?